Ngantar Nasi Kuning ke Rumah Kosong

Kejadian ini aku alami pada 3 April 2012 lalu. Waktu itu, aku dan kakakku lagi bagi-bagiin nasi kuning ke tetangga dalam rangka ulang tahunnya keponakanku. Sore itu hujan, jadi kegiatan bagiin nasi kuningnya agak terhambat. Sampai mau maghrib hujannya belum reda, akhirnya aku dan kakakku nekat nerjang hujan. Pikir kami biar cepet kelar jadi habis maghrib bisa istirahat.

Dan kejadian ini terjadi ketika aku nganter nasi kuning ke rumah tetanggaku yang ada diujung jalan.

Buat gambarannya gini:

Rumahku dikampung, tapi jarak antar rumah itu deket. Halaman rumahnya pada luas. Rumah yang mau aku anterin nasi kuning ini bentuknya letter L dan bangunannya joglo. Di halamannya ada pohon mangga gede yang dahan dan rantingnya sampai nutupin ke atas genteng. Rumah ini ditinggal pemiliknya udah lama, tetapi kemudian ditempatin sama sepupunya. Rumah ini hadap utara, sebelah kirinya (kita sebut rumah B) juga ada rumah yang ditempatin. Selanjutnya kita sebut saja rumah letter L ini dengan sebutan rumah A.

Anehnya mulai disini.
Jam 5 sore aku nganter nasi kuning dirumah B. Kakakku nunggu dipinggir jalan sambil jagain motornya. Ketika aku ngetok pintu rumah B, aku denger suara jendela ditutup dari rumah A. Pikirku, aman ada orangnya. Setelah dari rumah B, aku lanjut ke rumah A. Aku minta tolong kakakku buat nerangin halamannya rumah A pake motornya karena teras rumah A gak dipasang lampu dan halamannya banjir karena hujan. Bisa bayangin kan betapa gelapnya rumah A, gak ada lampu teras, hujan rintik-rintik dan mendungnya tebal, dan ketambahan pohon mangga yang nutupin sampai genteng rumah A.

Aku ngetok pintu 2x dan kulihat dari sela-sela pintu ada cahaya lampunya. Jadi aku gak ngerasa aneh dan kupikir ada orangnya. Nunggu, nunggu, nunggu, kok gak dibuka pintunya. Aku ketok 1x lagi dan tetap gak ada respon. Tiba-tiba kakakku yang nunggu di motor teriak gini,
"Eh dek cepetan balik sini. Lari!"

Karena aku takut, aku lari aja. Aku naik ke motor dan kakakku buru-buru gas pol motornya. Sehabis dari rumah A, aku masih nganter nasi lagi ke rumah C yang pemiliknya masih saudaraan sama pemilik rumah A. Pas aku masuk kerumah C, aku kaget e copot e copot gitu. Sepupu yang nempatin rumah A ternyata ada dirumah itu. Kemudian aku basa-basi tanya,
"Loh, kang, udah sampe sini aja. Cepet banget. Kok gak ketemu dijalan ya."
"Aku dari tadi pagi disini. Rumah A tak tinggal dan belum sempat pulang nyalain lampu"

Laaaah anjeng terus tadi yang nutup jendela siapa?
Terus yang nyalain lampu siapa?
Yaudahlah, daripada runyam aku bilang gini,
"O gitu. Yowes, kang, nasimu tak tinggal disini aja ya?"
"Iya, terima kasih. Kamu tadi apa ke rumah A?"
"Iya. Tapi pas ketok-ketok pintu gak ada respon aku langsung kesini."

Lalu aku dan kakakku pulang. Sampai dirumah aku langsung cerita ke kakakku,
"Aku tadi pas nganter nasi di rumah B denger suara orang nutup jendela dirumah A. Terus pas kita nganter nasi di rumah C, ternyata si sepupu udah ada disitu. Rumah A ditinggal dari pagi dan dia belum balik buat nyalain lampu."
"Lah, tadi pas aku nyuruh kamu lari, aku lihat ada bayangan kaki jalan ke arah pintu. Karena aku takut, ya aku nyuruh kamu buruan balik aja daripada kenapa-kenapa."

Jadi siapa ya yang nutup jendela, nyalain lampu, dan jalan ke arah pintu?

Dari: Aunty 20yo